Saturday, April 14, 2012

Curve Construction Tool: A New Editing Tool in ArcGIS 10

Editing Labs team has made a new editing tools for ArcGIS 10 is Curve Construction Tool. Editing tools in ArcGIS 10 will appear at the bottom of construction tools menu when you instruct the Start Editing one layer in the TOC with a polyline or polygon type.

http://onlywire.com/r/78655805

End Of Days: National Weather Service Forecast Warns Of “Life Threatening” Storms In Midwest Saturday

National Weather Center Issues High Risk Warning For Storms Throughout Midwest

http://onlywire.com/r/78676113

Auto Complete Construction Freehand Tool: A New Editing Tool in ArcGIS 10

ESRI labs editing team have created a new editing tools for ArcGIS 10 is Auto Complete Freehand. This editing tools will appear at the bottom of construction tools menu when you instruct the Start Editing for a special layer to layer in the TOC with the type of polygon.

http://onlywire.com/r/78655961

Friday, December 09, 2011

Uniknya Sumber Lumpur Kesongo

Sumber Lumpur Kesongo merupakan sebuah keajaiban alam yang ada di KPH Randublatung. Ia terletak di petak 141 RPH Padas, BKPH Trembes dengan luas sekitar 100 Ha, berupa hamparan tanah kosong yang sebagian ditumbuhi rumput serta genangan air (rawa) dan menjadi tempat singgahnya beberapa jenis burung.

Dengan jarak sekitar 30 km dari arah Randublatung ke barat (Kecamatan Gabus, kabupaten Grobogan), Sumber Lumpur Kesongo memiliki keistimewaan, yaitu letupan-letupan lumpur dingin di setiap saat dan bersifat sporadik.

Selain itu pada titik ledakan yang dinamakan “keraton” bisa mengeluarkan letupan lumpur apabila dituang dengan susu cair. Letupan tersebut dipercaya bisa menggambarkan seberapa kuat dan besar keinginan pengunjung tentang suatu niat. Ritual ini bisa dilakukan dengan dipandu oleh juru kunci.

Kesongo ditetapkan sebagai situs ekologi oleh KPH Randublatung. Lokasi sekitarnya dimanfaatkan oleh masyarakat dukuh Pekuwon Lor dan Sucen mencari Rumput Wlingi (Scirpus grossus L.), Rumput Grinting (Cynodon dactylon) dan Rumput Sunduk Welut (Cyperus difformis).

Kawasan kesongo juga merupakan habitat beberapa jenis burung (aves) seperti Bangau Tong-tong (leptotilos javanicus), Manyar Jambul (Ploccus manyar), Belibis (Dendrocygna javanica), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Alap-alap Capung (Microhierax frigillarius).

Untuk jenis alap-alap capung ini sudah masuk kategori hampir punah Ditemukan pula 6 jenis amfibi, yaitu Katak Tegalan (Fejervarya limnocharis), Katak Hijau/Sawah (Fejervarya cancrivora), Bencok (Rana chalconota), Bangkong Kerdil (Limnonectes microdiscus), Katak Pohon Jawa (Rhacoporus javanus).

Kesongo dianggap keramat oleh penduduk sekitar karena ada kaitannya dengan legenda jawa Joko linglung. Konon di tempat tersebut pernah ada kejadian hilangnya 9 anak gembala yang ditelan oleh ular penjelmaan Joko Linglung.

Keajaiban lain di padang kesongo tersebut kadang juga terjadi letupan besar yang dinamai “kurdo” oleh masyarakat. Kurdo ini biasanya menelan korban berupa matinya puluhan burung yang bersarang di kawasan itu. Korban letusan berupa beberapa jenis burung, oleh beberapa orang dimanfaatkan untuk lauk sehari - hari.

Pada jam-jam tertentu, kita bisa melihat segerombolan burung Bangau Tongtong dan sekawanan kerbau milik masyarakat yang dilepaskan di padang rumput. Ini menjadi obyek yang menarik, selain pemandangan alam berupa hamparan lumpur lembab yang meletup-letup keluar dari perut bumi.

Untuk menuju ke Kesongo sudah ada akses yang memadai berupa jalan macadam yang cukup kuat sampai lokasi. Namun perlu juga dipersiapkan beberapa perlengkapan yang memadai karena lokasinya jauh dari warung
ataupun keramaian lain.

Berikut beberapa tips bagi anda yang akan traveling ke Kesongo:
  1. Persiapkan bekal makan dan minum secukupnya.
  2. Membawa kendaraan sendiri ( mobil, motor )
  3. Fisik yang prima karena melintasi jalan hutan .
  4. Persiapkan payung, topi, karena lokasinya terbuka dan sengatan matahari cukup leluasa.
  5. Jika ingin melakukan ritual, atau menjelajahi lokasi hubungi juru kunci karena sangat paham dan hafal jalan menuju lokasi keraton.
  6. Hindari kata – kata jorok, sombong dan congkak di tempat tersebut.
  7. Hati – hatilah kalau berjalan karena banyak lokasi Lumpur yang sudah mengering, namun jika diinjak kadang bisa ambles.
  8. Sebaiknya menurut apa kata juru kunci sebagai pemandu perjalanan.
  9. Tidak membuang sampah di lokasi tersebut
Catatan tulisan pernah dimuat di majalah Duta Rimba

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons